Kamis, 17 Desember 2015

Pengertian Strategi Pembelajaran

PENDAHULUAN
Guru sebagai komponen penting dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru diharapkan paham tentang pengertian strategi pembelajaran. Pengertian strategi pembelajaran dapat dikaji dari dua kata pembentuknya, yaitu strategi dan pembelajaran.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas tentang pengertian dari strategi pembelajaran bahkan juga dengan jenis-jenis strategi pembelajaran. Karena sebagai seorang guru kita harus mengerti tentang strategi pembelajaran ini sebelum menyusun sebuah strategi untuk diterapkan dalam suatu proses pembelajaran.
Dalam makalah ini, kelompok akan menjelaskan tentang beberapa pengertian tentang Strategi Pembelajaran dari beberapa ahli yang telah merumuskan pengertian dari Strategi Pembelajaran ini. Bahkan dalam makalah ini juga kelompok akan memaparkan sedikit tentang Jenis-jenis Strategi Pembelajaran. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.    Apa itu Strategi?
2.    Apa itu Pembelajaran?
3.    Apa itu Strategi Pembelajaran?
4.    Apa Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran?

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar kita mampu mengerti dan menjelaskan tentang :
1.    Pengertian Strategi.
2.    Pengertian Pembelajaran.
3.    Pengertian Strategi Pembelajaran, dan
4.    Jenis-jenis Strategi Pembelajaran


PEMBAHASAN
A.   Pengertian Strategi
Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seseorang yang berperan untuk mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitas; misalnya kemampuan setiap personal, jumlah dan kekuatan persenjataan, motivasi pasukannya, dan lain sebagainya. Selanjutnya ia juga akan mengumpulkan informasi tentang kekuatan lawan, baik jumlah prajuritnya maupun keadaan persenjataannya. Setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun tindakan apa yang harus dilakukannya, baik tentang siasat peperangan yang harus dilakukan, taktik dan teknik peperangan, maupun waktu yang pas untuk melakukan suatu serangan, dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu diperlukan berbagai faktor, baik kedalam maupun keluar.[1]
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi artinya rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.[2]

B.   Pengertian Pembelajaran
Sebelum menjelaskan arti dari pembelajaran, terlebih dahulu kita akan mencari tahu tentang kata dasar dari pembelajaran. Kata Pembelajaran, kata dasarnya adalah “Belajar” yang artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.[3] Gagne (1977) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap, minat, atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis kinerja (Performance). Menurut Sunaryo (1989: 1) belajar merupakan suatu kegiatan dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Sudah barang tentu tingkah laku tersebut adalah tingkah laku yang positif, artinya untuk mencari kesempurnaan hidup.[4]
Istilah pembelajaran dalam ilmu pendidikan, sering disebut juga dengan pengajaran atau proses belajar – mengajar. Dalam bahasa Inggris disebut dengan teaching atau teaching and learning. Mengenai makna pembelajaran, para ahli memiliki rumusan yang beragam. Keragaman itu terjadi karena perbedaan penekanan pada aspek – aspek yang terkandung dalam konsep pembelajaran yang memang sangat kompleks. Moh.Uzer Usman, misalnya, mengartikan pembelajaran sebagai suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Senada denngan Usman, E. Mulyasa merumuskan pembelajaran sebagai proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Sementara itu, Slamet PH mengartikan pembelajaran sebagai pemberdayaan pelajar yang dilakukan melalui interaksi perilaku pengajar dan perilaku pelajar, baik didalam maupun diluar kelas.
Bagaimana suatu aktivitas dapat disebut pembelajaran? Menurut Gary D Fenstermacher, suatu aktivitas dapat disebut pembelajaran jika paling tidak memenuhi unsur – unsur dasar sebagai berikut :
1.    Ada seseorang yang memiliki pengetahuan atau keterampilan yang akan diberikan kepada orang lain. Seseorang yang demikian dapat dikatakan  sebagai provider.
2.    Ada isi (content), yaitu pengetahuan dan / atau keterampilan yang akan disampaikan.
3.    Ada upaya provider memberikan atau menanamkan pengetahuan dan / atau keterampilan kepada orang lain.
4.    Ada penerima (receiver), yaitu orang yang dianggap kekurangan pengetahuan atau keterampilan.
5.    Ada hubungan antara provider dan receiver dalam rangka membuat atau membantu receiver mendapatkan content.[5]

C.   Strategi Pembelajaran
Dari definisi tentang Strategi dan pembelajaran diatas, maka secara keseluruhan Strategi Pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan/cara-cara yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian diatas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pancapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapat diatas, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.[6]
Strategi pembelajaran merupakan cara – cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda dibawah kondisi yang berbeda (Reigeluth, 1983; Degeng, 1989). Variable strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :
a)    Strategi pengorganisasian
Merupakan cara untuk menata isi suatu bidang studi, dan kegiatan ini berhubungan dengan tindakan pemilihan isi / materi, penataan isi, pembuatan diagram, format dan sejenisnya.

b)    Strategi penyampaian
Adalah cara untuk menyampaikan pembelajaran pada siswa dan / atau untuk menerima  serta merespon masukan dari siswa.

c)    Strategi pengelolaan
Adalah cara untuk menata interaksi antara siswa dan variable strategi pembelajaran lainnya (variable strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian). Strategi pegelolaan pembelajaran berhubungan dengan pemilihan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Strategi pengelolaan pembelajaran berhubungan dengan penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan belajar, dan motivasi.[7]
                                                                                                                               
D.   Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
Adapun sudah dijelaskan tentang pengertian Strategi Pembelajaran. Dari pengertian-pengertian diatas, kita juga perlu mengetahui tentang jenis-jenis Strategi Pembelajaran. Ada beberapa Strategi Pembelajaran yang dapat digunakan. Rownthree (1974) mengelompokkan kedalam strategi penyampaian penemuan atau exposition-discovery learning, strategi pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran indivual atau groups-individual learning.
Dalam strategi exposition, bahan pembelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. Roy Killen menyebutnya dengan strategi pembelajaran langsung. Strategi belajar individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Kecepatan, kelambatan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. Bahan pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri. Contoh dari strategi pembelajaran ini adalah belajar melalui modul, atau belajar bahasa melalui kasetaudio.
Berbeda dengan strategi pembelajaran individual, belajar kelompok dilakukan secara beregu. Sekelompok siswa diajar oleh seorang atau beberapa orang guru. Bentuk belajar kelompok itu bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran klasikal macam buzz group. Strategi pembelajaran kelompok tidak memerhatikan kecepatan belajar individual. Setiap individu dianggap sama. Oleh karena itu, belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan terhambat oleh siswa yang mempunyaikemampuan biasa-biasa saja; sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang mempunyai kemampuan itu.[8]












PENUTUP
v  Kesimpulan
Dari beberapa definisi yang sudah kelompok paparkan diatas, maka dari itu kelompok mau memberikan satu kesimpulan tentang Strategi Pembelajaran. Dari kajian diatas menurut pemahaman dari kelompok, bahwa Strategi Pembelajaran artinya suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang didesain oleh pengajar untuk menimbulkan hasil belajar siswa juga bisa mencapai tujuan pendidikan tertentu dan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari definisi-definisi yang sudah dipaparkan juga memberikan suatu gambaran yang jelas pada kita, bahwa dalam suatu proses pembelajaran sangatlah membutuhkan suatu rangcangan strategi pembelajaran khusus untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.




















DAFTAR PUSTAKA
Wena, M. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer “Suatu Tinjauan Konseptual Operasional”. Jakarta : Bumi Aksara
Komalasari, K. 2010. Pembelajaran Kontekstual “Konsep dan Aplikasi”. Bandung : Refika Aditama
Ahmad, Z. A. 2012. Perencanaan Pembelajaran “dari desain samapai         implementasinya”. Yogyakarta : Pedagogia
Sanjaya, H. W. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Android Version




[1] Prof. Dr. W. Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta : 2006, hal.125
[2] Kamus Besar Bahasa Indonesia, Android Version.
[3] Kamus Besar Bahasa Indonesia, Android Version.
[4] Dr. K. Komalasari, Pembelajaran Kontekstual, Refika Aditama, Bandung : 2010, Hal.2
[5] Z. A. Ahmad, Perencanaan Pembelajaran, Pedagogia, Yogyakarta : 2012, Hal.7-8
[6] Prof. Dr. W. Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta : 2006, hal.127
[7] Made Wena, strategi pembelajaran inovatif kontemporer, bumi aksara, Jakarta 2011, hal. 5-6
[8] Prof. Dr. W. Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta : 2006, hal.128-129