PENDAHULUAN
Guru
sebagai komponen penting dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk
melaksanakan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru
diharapkan paham tentang pengertian strategi pembelajaran. Pengertian strategi
pembelajaran dapat dikaji dari dua kata pembentuknya, yaitu strategi dan
pembelajaran.
Oleh
karena itu, dalam makalah ini akan membahas tentang pengertian dari strategi
pembelajaran bahkan juga dengan jenis-jenis strategi pembelajaran. Karena
sebagai seorang guru kita harus mengerti tentang strategi pembelajaran ini
sebelum menyusun sebuah strategi untuk diterapkan dalam suatu proses
pembelajaran.
Dalam
makalah ini, kelompok akan menjelaskan tentang beberapa pengertian tentang Strategi
Pembelajaran dari beberapa ahli yang telah merumuskan pengertian dari Strategi
Pembelajaran ini. Bahkan dalam makalah ini juga kelompok akan memaparkan
sedikit tentang Jenis-jenis Strategi Pembelajaran. Adapun rumusan masalahnya
sebagai berikut :
1. Apa
itu Strategi?
2. Apa
itu Pembelajaran?
3. Apa
itu Strategi Pembelajaran?
4. Apa
Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran?
Adapun tujuan dari
pembuatan makalah ini adalah agar kita mampu mengerti dan menjelaskan tentang :
1. Pengertian
Strategi.
2. Pengertian
Pembelajaran.
3. Pengertian
Strategi Pembelajaran, dan
4. Jenis-jenis
Strategi Pembelajaran
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Strategi
Pada
mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai
cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan.
Seseorang yang berperan untuk mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan
sebelum melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan
yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitas; misalnya
kemampuan setiap personal, jumlah dan kekuatan persenjataan, motivasi
pasukannya, dan lain sebagainya. Selanjutnya ia juga akan mengumpulkan
informasi tentang kekuatan lawan, baik jumlah prajuritnya maupun keadaan
persenjataannya. Setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun
tindakan apa yang harus dilakukannya, baik tentang siasat peperangan yang harus
dilakukan, taktik dan teknik peperangan, maupun waktu yang pas untuk melakukan
suatu serangan, dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam menyusun strategi
perlu diperlukan berbagai faktor, baik kedalam maupun keluar.[1]
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi artinya rencana yang cermat mengenai
kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.[2]
B. Pengertian
Pembelajaran
Sebelum menjelaskan arti dari pembelajaran,
terlebih dahulu kita akan mencari tahu tentang kata dasar dari pembelajaran.
Kata Pembelajaran, kata dasarnya adalah “Belajar” yang artinya berusaha
memperoleh kepandaian atau ilmu.[3] Gagne (1977)
mendefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang
meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap, minat, atau nilai dan
perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai
jenis kinerja (Performance). Menurut Sunaryo (1989: 1) belajar merupakan suatu
kegiatan dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah
laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Sudah
barang tentu tingkah laku tersebut adalah tingkah laku yang positif, artinya
untuk mencari kesempurnaan hidup.[4]
Istilah pembelajaran dalam ilmu pendidikan,
sering disebut juga dengan pengajaran atau proses belajar – mengajar. Dalam
bahasa Inggris disebut dengan teaching atau teaching and learning. Mengenai
makna pembelajaran, para ahli memiliki rumusan yang beragam. Keragaman itu
terjadi karena perbedaan penekanan pada aspek – aspek yang terkandung dalam
konsep pembelajaran yang memang sangat kompleks. Moh.Uzer Usman, misalnya,
mengartikan pembelajaran sebagai suatu proses yang mengandung serangkaian
perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung
dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Senada denngan Usman, E.
Mulyasa merumuskan pembelajaran sebagai proses interaksi antara peserta didik
dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih
baik. Sementara itu, Slamet PH mengartikan pembelajaran sebagai pemberdayaan
pelajar yang dilakukan melalui interaksi perilaku pengajar dan perilaku
pelajar, baik didalam maupun diluar kelas.
Bagaimana suatu aktivitas dapat disebut
pembelajaran? Menurut Gary D Fenstermacher, suatu aktivitas dapat disebut
pembelajaran jika paling tidak memenuhi unsur – unsur dasar sebagai berikut :
1. Ada
seseorang yang memiliki pengetahuan atau keterampilan yang akan diberikan
kepada orang lain. Seseorang yang demikian dapat dikatakan sebagai provider.
2. Ada
isi (content), yaitu pengetahuan dan / atau keterampilan yang akan disampaikan.
3. Ada
upaya provider memberikan atau menanamkan pengetahuan dan / atau keterampilan
kepada orang lain.
4. Ada
penerima (receiver), yaitu orang yang dianggap kekurangan pengetahuan atau
keterampilan.
5. Ada
hubungan antara provider dan receiver dalam rangka membuat atau membantu
receiver mendapatkan content.[5]
C. Strategi
Pembelajaran
Dari
definisi tentang Strategi dan pembelajaran diatas, maka secara keseluruhan
Strategi Pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan/cara-cara yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Ada
dua hal yang patut kita cermati dari pengertian diatas. Pertama, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam
pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses
penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun
untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan
strategi adalah pancapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah
pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya
diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan
strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Kemp
(1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapat diatas, Dick
and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu
set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk
menimbulkan hasil belajar pada siswa.[6]
Strategi
pembelajaran merupakan cara – cara yang berbeda untuk mencapai hasil
pembelajaran yang berbeda dibawah kondisi yang berbeda (Reigeluth, 1983;
Degeng, 1989). Variable strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi 3, yaitu
:
a) Strategi
pengorganisasian
Merupakan
cara untuk menata isi suatu bidang studi, dan kegiatan ini berhubungan dengan
tindakan pemilihan isi / materi, penataan isi, pembuatan diagram, format dan
sejenisnya.
b) Strategi
penyampaian
Adalah
cara untuk menyampaikan pembelajaran pada siswa dan / atau untuk menerima serta merespon masukan dari siswa.
c) Strategi
pengelolaan
Adalah
cara untuk menata interaksi antara siswa dan variable strategi pembelajaran
lainnya (variable strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian). Strategi
pegelolaan pembelajaran berhubungan dengan pemilihan tentang strategi
pengorganisasian dan strategi penyampaian yang digunakan selama proses
pembelajaran berlangsung. Strategi pengelolaan pembelajaran berhubungan dengan
penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan belajar, dan motivasi.[7]
D. Jenis-jenis
Strategi Pembelajaran
Adapun
sudah dijelaskan tentang pengertian Strategi Pembelajaran. Dari
pengertian-pengertian diatas, kita juga perlu mengetahui tentang jenis-jenis Strategi
Pembelajaran. Ada beberapa Strategi Pembelajaran yang dapat digunakan.
Rownthree (1974) mengelompokkan kedalam strategi penyampaian penemuan atau
exposition-discovery learning, strategi pembelajaran kelompok dan strategi
pembelajaran indivual atau groups-individual learning.
Dalam
strategi exposition, bahan pembelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk
jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. Roy Killen menyebutnya
dengan strategi pembelajaran langsung. Strategi belajar individual dilakukan
oleh siswa secara mandiri. Kecepatan, kelambatan dan keberhasilan pembelajaran
siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. Bahan
pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri. Contoh
dari strategi pembelajaran ini adalah belajar melalui modul, atau belajar
bahasa melalui kasetaudio.
Berbeda
dengan strategi pembelajaran individual, belajar kelompok dilakukan secara
beregu. Sekelompok siswa diajar oleh seorang atau beberapa orang guru. Bentuk
belajar kelompok itu bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran
klasikal macam buzz group. Strategi pembelajaran kelompok tidak memerhatikan
kecepatan belajar individual. Setiap individu dianggap sama. Oleh karena itu,
belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan
terhambat oleh siswa yang mempunyaikemampuan biasa-biasa saja; sebaliknya siswa
yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang mempunyai
kemampuan itu.[8]
PENUTUP
v
Kesimpulan
Dari
beberapa definisi yang sudah kelompok paparkan diatas, maka dari itu kelompok
mau memberikan satu kesimpulan tentang Strategi Pembelajaran. Dari kajian
diatas menurut pemahaman dari kelompok, bahwa Strategi Pembelajaran artinya
suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang didesain oleh pengajar untuk
menimbulkan hasil belajar siswa juga bisa mencapai tujuan pendidikan tertentu
dan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari definisi-definisi yang sudah
dipaparkan juga memberikan suatu gambaran yang jelas pada kita, bahwa dalam
suatu proses pembelajaran sangatlah membutuhkan suatu rangcangan strategi
pembelajaran khusus untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
DAFTAR
PUSTAKA
Wena, M. 2011. Strategi
Pembelajaran Inovatif Kontemporer “Suatu Tinjauan Konseptual Operasional”. Jakarta
: Bumi Aksara
Komalasari, K. 2010. Pembelajaran
Kontekstual “Konsep dan Aplikasi”. Bandung : Refika Aditama
Ahmad, Z. A. 2012. Perencanaan
Pembelajaran “dari desain samapai
implementasinya”. Yogyakarta : Pedagogia
Sanjaya, H. W. 2011. Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Android Version
[1]
Prof. Dr. W. Sanjaya, Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta :
2006, hal.125
[2]
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Android
Version.
[3]
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Android
Version.
[4]
Dr. K. Komalasari, Pembelajaran
Kontekstual, Refika Aditama, Bandung : 2010, Hal.2
[5] Z.
A. Ahmad, Perencanaan Pembelajaran,
Pedagogia, Yogyakarta : 2012, Hal.7-8
[6]
Prof. Dr. W. Sanjaya, Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta :
2006, hal.127
[7]
Made Wena, strategi pembelajaran inovatif
kontemporer, bumi aksara, Jakarta 2011, hal. 5-6
[8]
Prof. Dr. W. Sanjaya, Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta :
2006, hal.128-129
Tidak ada komentar:
Posting Komentar